Belakangan ini cuaca di Bali terasa semakin panas. Suhu siang hari bahkan bisa mencapai 36 derajat Celcius. Kondisi ini tentu cukup mengganggu aktivitas liburan, terutama bagi wisatawan yang tidak terbiasa dengan cuaca tropis. Namun, menariknya, wisatawan asing justru terlihat menikmati panasnya terik matahari. Di sepanjang Pantai Kuta, misalnya, banyak turis mancanegara berjemur atau melakukan sun bathing. Bagi mereka, terutama tamu dari Eropa dan Australia, sinar matahari tropis adalah daya tarik tersendiri.
Penyebab suhu Bumi naik
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan beberapa faktor penyebab panas ekstrem ini. Pertama, minimnya pertumbuhan awan pada siang hari membuat sinar matahari terasa lebih terik. Selain itu, gerak semu matahari menuju selatan ekuator pada akhir September juga meningkatkan intensitas penyinaran di wilayah Indonesia bagian selatan, termasuk Bali.
BMKG memprediksi suhu panas ini akan berlangsung hingga Oktober-November. Pada periode peralihan musim, cuaca cerah memang lebih sering terjadi sehingga udara terasa menyengat.
Baca Juga : Mengenal Lebih dekat Rumah Adat Bali
Aktivitas wisata di Bali
Meski suhu tinggi bisa menjadi hambatan, bukan berarti aktivitas wisata di Bali berhenti. Beberapa kegiatan tetap bisa dilakukan pada siang hari, misalnya surfing, tour keliling kota, atau menikmati pantai. Aktivitas lain seperti bersepeda, trekking, dan naik gunung lebih disarankan dilakukan saat pagi atau sore hari agar lebih nyaman.
Selain itu, wisatawan juga bisa memanfaatkan waktu siang dengan aktivitas indoor seperti mengunjungi galeri seni, museum, atau spa khas Bali. Dengan begitu, perjalanan tetap menyenangkan meskipun cuaca panas.
Rencana Liburan yang Tepat
Kabar baiknya, suhu ekstrem ini diperkirakan akan berangsur normal menjelang akhir November. Jadi, bagi wisatawan yang ingin menikmati liburan lebih nyaman, bisa merencanakan perjalanan pada bulan tersebut. Namun, bagi turis pencinta matahari, kondisi panas saat ini justru menjadi kesempatan terbaik untuk menikmati Bali.
Dengan perencanaan yang tepat, liburan ke Bali tetap bisa berjalan seru dan aman meski suhu bumi sedang memanas.
